Bagas Karyadi
Dapatkan Buku Rohani Rahasia Jodoh Kristen: 7 Cara Ajaib Mendapatkan Jodoh dari Tuhan, silahkan klik di sini!

Mau Diberkati Tuhan secara Berlimpah-Limpah? Ini Rahasianya!


Renungan harian kita kali ini berisikan permohonan maaf saya karena sudah lama sekali saya tidak menulis renungan harian. Renungan ini adalah hadiah dari saya karena saya sudah absen selama sekian bulan tidak menulis renungan harian. Kira-kira, apa yang saya lakukan selama ini sampai-sampai saya tidak pernah menulis renungan harian lagi?

Beberapa bulan belakangan ini saya disibukkan dengan aktivitas bisnis yang baru saya rintis bersama calon istri saya. Saya yang tadinya adalah seorang guru, akhirnya membanting stir untuk menjadi pengusaha. Apakah saya merasa lebih puas dengan keadaan saya yang baru? Tidak sama sekali!

Menjadi pengusaha sangat berbeda dengan menjadi karyawan.

Ketika menjadi karyawan, saya tidak terlalu peduli terhadap nilai setiap rupiah yang saya konsumsi. Namun, ketika saya menjadi pengusaha, saya merasakan betapa beratnya saya harus menjaga setiap rupiah yang masuk. Saya merasakan penderitaan yang luar biasa karena saya harus bekerja membangun bisnis tanpa digaji. Setiap pemasukan harus dimasukkan ke dalam tabungan agar utang usaha dapat segera dilunasi.

Selain itu, saya juga mempelajari cara kerja Tuhan menurunkan berkat jasmani-Nya. Ketika saya menjadi karyawan, saya sangat tidak peka dengan hal itu. Namun, sekarang saya peka. Mengapa ada orang yang berusaha secara maksimal tetapi hasilnya sedikit? Mengapa ada orang yang sedikit melakukan usaha tetapi hasilnya banyak?

Mengapa ada orang yang sedikit melakukan usaha dan hasilnya terbukti juga sedikit? Mengapa ada orang yang berusaha maksimal dan hasilnya memang besar? Mengapa ada orang baik yang mendapatkan hasil sedikit? Mengapa ada orang jahat yang malah mendapatkan hasil jauh lebih banyak?

Pada awalnya, saya berpikir semua ini adalah hal yang misterius dan tidak masuk akal. Saya jadi bertanya-tanya, “Rejeki itu diatur oleh Tuhan atau kita, ya?”

Saya terus memikirkan hal ini seharian. Namun, ketika saya merenung, saya menemukan kuncinya. Hasil perenungan saya ini pun sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Alkitab mengenai berkat. Mari kita simak pembahasannya!

Amsal 10:4 tertulis, “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.” Hal ini menegaskan bahwa rejeki atau berkat jasmani itu bergantung pada seberapa besar usaha kita. Usaha yang lamban akan membuat miskin tetapi usaha orang yang rajin akan menjadikannya kaya.

Namun, jika kita melihat pada Amsal 10:22 yang berbunyi, “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya,” kita akan menemukan kesimpulan bahwa usaha orang yang rajin (susah payah) tidak akan membuat kita bertambah kaya. Sebaliknya, berkat Tuhanlah yang membuat seseorang kaya.

Kedua ayat ini seakan-akan memberikan pernyataan yang sifatnya saling bertentangan. Namun, saya justru menemukan benang merah dari kedua ayat ini. Jadi, begini yang saya dapatkan. Saya menganalogikan berkat Tuhan dengan ilustrasi air hujan. Lalu, saya menganalogikan usaha manusia dengan ilustrasi wadah air hujan.

Besarnya usaha yang dilakukan oleh manusia adalah besarnya wadah air hujan yang disiapkan.
Semakin rajin usahanya maka semakin besar pula wadah air hujan yang disiapkan. Semakin sedikit usahanya maka semakin kecil pula wadah air hujan yang disiapkan.

Wadah air hujan berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan yang turun dari langit. Dengan demikian, semakin besar wadah air hujan, semakin besar pula air hujan yang bisa ditampung. Dengan kata lain, semakin besar usaha yang kita lakukan, maka semakin besar pula peluang kita untuk mendapatkan berkat Tuhan.

Masalahnya, kita tidak mampu mengatur seberapa sering dan seberapa banyak air hujan yang turun. Sebesar apapun wadah yang kita siapkan, tidak akan ada artinya jika air hujan yang turun hanya sedikit dan jarang-jarang.

Dengan demikian, usaha yang kita lakukan semaksimal mungkin belum tentu membuat kita mendapatkan berkat dari Tuhan secara melimpah. Inilah yang membuat ada orang yang sudah berjuang semaksimal mungkin tetapi hanya mendapatkan sedikit berkat.

Lalu, apa yang harus kita lakukan agar air hujan dapat turun dalam jumlah yang besar sesering mungkin?
Tidak ada! Jika kita mampu mengatur air hujan yang turun, maka kita mampu mengatur Tuhan. Inilah yang sering banyak orang bilang bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan. Hal yang dapat kita lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin membuat wadah penampung air hujan sebesar-besarnya. Itu saja.

Namun, ada satu hal yang kita harus perhatikan. Dalam Matius 6:33, Tuhan Yesus berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Frasa “semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” adalah bentuk penegasan bahwa Tuhan pasti membiayai hidup orang yang mendahulukan Kerajaan Allah dan Kebenaran. Konteks ayat ini adalah teguran Tuhan Yesus terhadap orang-orang yang mengkhawatirkan pemenuhan kebutuhan jasmaninya.

Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan berkat berlimpah-limpah dari Tuhan?
Tidak ada! Jangan sampai kita memanfaatkan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita! Percayalah, Tuhan pasti memberkati kita sesuai dengan kehendak-Nya dan sesuai dengan seberapa besar usaha yang kita lakukan. Ingat ini, orang-orang yang mendahulukan Kerajaan Allah dan Kebenarannya pasti diberkati Tuhan. Itu saja. Amin.

Salam kebenaran,
Bagas Karyadi
Bagas Karyadi, M.Th.

Catatan:
  • Hadirilah acara Seminar Kebangunan Rohani dengan tema "Bagaimana Mendengar Suara Tuhan?" pada hari Sabtu, 25 Februari 2017, pukul 13.00-17.00 WIB yang berlokasi di Comic Cafe, Jalan Tebet Raya No.53D, Tebet Timur, Jakarta Selatan. GRATIS, tempat sangat terbatas, silahkan mendaftar lewat Whatsapp ke 087871110565 untuk dimasukkan ke dalam grup Whatsapp.
  • Anda juga dapat membaca renungan-renungan saya yang lainnya di blog ini. Saya yakin masih banyak renungan-renungan bermanfaat yang belum Anda baca.
  • Jika Anda merasa diberkati, silahkan bagikan renungan ini.

4 Responses to "Mau Diberkati Tuhan secara Berlimpah-Limpah? Ini Rahasianya!"

Anonymous said...

...

blog Bella said...

Terima kasih pak pendeta atas tulisannya sungguh memberkati dan menjadi inspirasi.syalom..

Salam Langit dan bumi baru...:-)

Yuli Shera said...

Terimakasih pak pendeta
soal ilustrasi wadah2 air hujan itu persis seperti yang saya pikir hari hari terakhir saya ini
dan sekarang sya semakin yakin dan jelas tentang konsep berkat jasmani
apa yang sy baca di sini sm sprti apa yang sy pikirkan
terimakasih telah menguatkan saya
Tuhan Yesus memberkati
amin

michael moses said...

pak, kasitau donk ada tips bapak tersendiri mencari kerajaan Allah dan kebenaran nya ?