-->
Bagas Karyadi

Apakah Orang Kristen Bisa Kebal Corona jika Memiliki Iman? Ini Penjelasannya




Banyak sekali kisah mukjizat kesembuhan yang telah Tuhan Yesus lakukan dan tercatat di seluruh Injil. Tuhan Yesus seringkali mengakhiri ritual mukjizat-Nya tersebut dengan kata-kata, "Imanmu yang telah menyelamatkan engkau."

Bahkan, ada kisah mukjizat kesembuhan yang terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan Yesus. Kisah ini tercatat pada Matius 5:25-34, yang berbunyi demikian:

Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

Kisah tersebut menegaskan kepada kita bahwa mukjizat kesembuhan bisa terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pun menjelaskan bahwa iman orang itulah yang menyelamatkannya. Artinya, seseorang bisa mengalami mukjizat kesembuhan asalkan ia memiliki iman.

Apakah ini berarti jika kita memiliki iman, kita bisa kebal terhadap virus corona?

Kita harus mengerti konteks dari kisah-kisah mukjizat kesembuhan yang telah Tuhan Yesus lakukan. Kisah-kisah mukjizat kesembuhan tersebut adalah sebuah tanda bahwa Yesus benar-benar adalah seorang Mesias. Yesus benar-benar adalah Anak Allah. Bagaimana mungkin orang-orang pada zaman tersebut bisa mempercayai Yesus sebagai Mesias jika Yesus sendiri tidak memberikan tanda apapun yang menunjukkan Ia adalah seorang Mesias?

Lalu, apakah pada masa kini, kita sebagai orang Kristen masih membutuhkan tanda bahwa Yesus adalah Mesias?

Mukjizat pasti terjadi. Mukjizat pasti akan terus terjadi sampa masa kini. Namun, apakah Tuhan pasti menghendaki mukjizat kesembuhan pasti akan selalu terjadi pada orang Kristen?

Sebenarnya, apa sih berkat yang kita terima dari sebuah kesembuhan dari sakit penyakit? Toh, sekalipun kita sudah sembuh, suatu hari nanti kita pasti akan menua lalu mati. Apakah orang Kristen yang tidak mengalami mukjizat kesembuhan adalah orang Kristen yang tidak memiliki iman?

Orang Kristen yang masih mengharapkan mukjizat kesembuhan adalah orang Kristen yang masih memiliki iman kanak-kanak, sama seperti orang-orang yang baru saja mendengar kabar tentang kehidupan Yesus. Orang-orang tersebut memang membutuhkan itu agar mereka bisa percaya lalu mengikut Yesus.

Kita tidak butuh itu karena kita sudah percaya dan menjadi pengikut Yesus. Kitalah orang Kristen itu sendiri.

Mari kembali ke topik bahasan kita. Jadi, bagaimana dengan virus corona? Apakah orang Kristen benar-benar kebal virus corona?

Sepertinya, saya berkali-kali mendengar banyak orang Kristen yang terinfeksi virus corona, bahkan sampai meninggal dunia. Malah, ada beberapa pendeta sendiri yang menjadi korban.

Jadi, jangan ceroboh! Virus corona tidak bisa ditengking dalam nama Yesus. Virus corona bukan roh yang mengenal siapa Yesus. Virus corona adalah makhluk hidup transisi yang akan aktif/hidup jika menemukan inangnya dan nonaktif/mati jika tidak menemukan inangnya.

Jangan sampai kita menantang virus corona dengan mengabaikan physical distancing. Hal terpenting yang harus kita lakukan saat ini adalah memanfaatkan waktu semaksimal mungkin di rumah kita masing-masing untuk semakin dekat dengan Tuhan.

Masa pandemi corona ini adalah waktu yang paling tepat untuk semakin menikmati hadirat Tuhan dan semakin menemukan maksud Tuhan dalam hidup kita.

Saya berdoa untuk kita semua agar selalu dalam keadaan sehat, di dalam perlindungan Tuhan. Saya berdoa agar kita sanggup melalui berbagai krisis selama masa pandemi corona ini, krisis keuangan, krisis hubungan, krisis sosial, dan krisis-krisis lainnya. Semua akan indah pada waktu-Nya. Amin.

Salam kebenaran,

Bagas Karyadi, M.Th.

Catatan:
  • Jika ada pertanyaan, silahkan langsung berdiskusi dengan saya lewat Instagram. Ayo ikuti Instagram saya, klik di sini!
  • Jika Anda merasa diberkati, silahkan bagikan renungan ini agar dapat memberkati lebih banyak orang.

0 Response to "Apakah Orang Kristen Bisa Kebal Corona jika Memiliki Iman? Ini Penjelasannya"

@bagaskaryadi