Bagas Karyadi
Shalom! Anda tinggal di Jakarta? Bergabunglah ke dalam KRISTA: Komunitas Kristen Jakarta, klik di sini!

Mengapa Allah orang Kristen punya Anak? Inilah Penjelasan Allah Tritungal yang Paling Logis

Renungan harian Kristen hari ini akan mengajak kita untuk mendalami sebuah penjelasan mengenai seperti apakah Allah Tritunggal itu? Banyak orang menganalogikannya dengan berbagai hal. Namun, tidak ada satupun analogi yang benar-benar Alkitabiah.


Analogi-analogi yang orang Kristen buat mengenai Allah Tritunggal akan saya jelaskan pada artikel berikutnya. Intinya, ketidakmampuan kita  dalam memahami ketritunggalan Allah membuat kita sampai dalam satu kesimpulan: sebagai manusia yang serba terbatas, kita tidak akan pernah bisa memahami Allah yang Maha Tidak Terbatas.

Saya menerima kesimpulan itu. Namun, kegagalan kita memahami Allah Tritunggal akan membuat kita tidak mengenal dengan benar dan pasti Allah yang kita sembah. Bukankah kita seharusnya mengenal Allah kita lebih dalam? Mari saya ajak Anda menyimak penjelasannya.

Sebagai orang Kristen, kita tentu meyakini ketritunggalan Allah yang kita sembah. Lalu, apa itu Allah Tritunggal? Singkatnya, Allah Tritunggal adalah sebuah konsep yang menjelaskan bahwa Allah terdiri dari tiga Pribadi dalam satu kesatuan, yaitu Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

Apakah konsep Allah Tritunggal tertulis dengan jelas di Alkitab? Tidak. Konsep Allah Tritunggal adalah hasil penelitian yang mendalam terhadap keseluruhan teks kitab suci dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu.

Lalu, bagaimana kita memahami Allah Tritunggal dalam keterbatasan akal kita? Bagaimana kita menjawab pertanyaan: mengapa Allah orang Kristen punya anak? Saya akan menjawabnya dengan gamblang!

Sebenarnya, kebuntuan kita dalam memahami Allah Tritunggal adalah pengaruh doktrinasi sila pertama Pancasila, yang berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa”. Saya tidak bermaksud untuk mendiskreditkan sila pertama Pancasila. Namun, kenyataannya sejak kecil kita selalu diajarkan bahwa Allah itu satu. Artinya, jumlah Allah hanya satu, tidak mungkin dua, tiga, atau seterusnya.

Bagaimana kita tahu bahwa Allah menetapkan diri-Nya berjumlah satu? 
Bukankah, Ia berkuasa menetapkan apapun? Lalu, mengapa kita mengatur diri-Nya harus berjumlah satu? Mungkin Anda akan bertanya, "Bukankah Alkitab juga menjelaskan bahwa Allah itu Esa?" Ya, tentu saja.

Keesaan Allah tertulis jelas dalam ayat-ayat Alkitab berikut ini: Ulangan 6:4; Maleakhi 2:15; Markus 12:29; Markus 12:32; Yohanes 5:44; 1 Korintus 8:4; 1 Timotius 1:17; 1 Timotius 2:5; dan Yudas 1:25. Apa itu keesaan Allah? Pada zaman Perjanjian Lama, Musa menegaskan keesaan Allah kepada bangsa Israel agar bangsa Israel tidak menyembah ilah-ilah lain. Oleh karena itu, keesaan Allah selalu identik dengan kalimat “Tiada Tuhan selain Allah.”

Pada zaman Perjanjian Baru, kita dapat menemukan penjelasan yang menarik dalam 1 Timotius 2:5 yang berbunyi: “Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” Ayat ini menjelaskan keesaan dua Pribadi, yaitu Pribadi Allah Bapa dan Allah Anak.

Jika kita mempelajari seluruh kitab dalam Alkitab Perjanjian Baru, kita akan mendapati bahwa Allah Bapa dan Allah Anak benar-benar pribadi yang berbeda. Mohon maaf, saya tidak bisa menampilkan daftar ayat mengenai hal ini karena jumlahnya sangat banyak.

Ini penjelasan singkatnya. Allah Anak adalah Pribadi yang diutus. Allah Bapa adalah Pribadi yang mengutus. Allah Bapa adalah Pribadi yang bertahta di Kerajaan Surga. Allah Anak adalah Pribadi yang turun dari surga ke bumi untuk menebus dosa.

Allah Bapa tidak pernah menjadi manusia untuk mati disalibkan. 
Allah Bapa adalah Pemilik Hukum. Bagaimana mungkin Pemilik Hukum menjadi pihak yang akan dihukum karena dosa-dosa manusia? Allah Anaklah yang diutus untuk menolong manusia. Allah Anaklah yang menanggung hukuman salib supaya dapat menebus dosa manusia.

Sangat logis, bukan? Lalu, bagaimana dengan Allah Roh Kudus? Saya akan menjelaskan mengenai Allah Roh Kudus pada artikel berikutnya. Intinya, kita harus menyadari bahwa Tuhan Yesus Kristus bukanlah Allah Bapa. Mereka adalah pribadi yang berbeda tetapi berada dalam satu-kesatuan.

Dengan demikian, kita dapat menghayati pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang sungguh nyata untuk menebus dosa-dosa kita. Ia benar-benar turun ke bumi dan menjelma menjadi manusia yang serba terbatas. Ia benar-benar taat dan bergantung sepenuhnya kepada Bapa-Nya. Bahkan, dalam ketakutan-Nya, Ia berdoa kepada Bapa-Nya sampai keringatnya menjadi titik-titik darah.


Saudaraku, mari kita benar-benar menghayati hal ini! Ikutlah Yesus! Hayatilah Yohanes 3:16 yang menjelaskan betapa Allah Bapa sangat mengasihi manusia sehingga Ia memberikan satu-satu-Nya Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan. Selamat menghayati! Amin.

Salam kebenaran,

Bagas Karyadi, M.Th.
 087871110565
Facebook: fb.com/bagas.karyadi

Catatan:

  • Dapatkan buku rohani Rahasia Jodoh Kristen GRATIS, klik di sini!
  • Jangan lupa, ikuti juga Facebook saya supaya tidak ketinggalan Renungan Harian Kristen terbaru! Anda juga dapat bertanya melalui Facebook saya.
  • Anda juga dapat membaca renungan-renungan saya yang lainnya di blog ini. Saya yakin masih banyak renungan-renungan bermanfaat yang belum Anda baca.
  • Jika Anda merasa diberkati, silahkan bagikan renungan ini.

25 Responses to "Mengapa Allah orang Kristen punya Anak? Inilah Penjelasan Allah Tritungal yang Paling Logis"

Marthin Hutabarat said...

Terima kasih pak Bagas atas penjelasannya. Tapi maaf sebelumnya pak saya mau bertanya, saya seorang kristen protestan. Pertanyaan saya konsep tri tunggal kenapa harus dibuat dan itu dibuat oleh seseorang dari katolik dan kita sudah mengikuti doktrin itu yg jelas tidak ada dalam alkitab, pemahamannya berupa tafsiran. Sudah jelas dalam Injil ditulis, selain surat Paulus pada jemaatnya, bahwa Yesus bukan Allah tetapi setara dengan Allah karna Yesus diberi kuasa atas bumi dan pada zaman akhir (maranatha). Allah itu satu tetapi saya heran kenapa orang kristen menyebut kata "Tuhan Yesus" seakan Tuhan kita ada dua. Saya beri contoh kenapa Yesus bukanlah Allah tetapi Nabi yg diberi Kuasa. 1. Yesus dipanggil Rabi/guru oleh murid2nya bukan Tuhan. 2. Doa Bapa kami yang diajarkannya pada pengikut-Nya sudah jelas Yesus berdoa kepada Allah Bapa yang di sorga Allah Musa dan orang Israel. 3. Ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis ada suara dari langit Inilah Anak-Ku yang Kukasihi... dst 4. Ketika Yesus di kayu salib dia berteriak Eli Eli Lama Sabatani... dan masih banyak lagi. Jadi maksud saya disini pak Bagas Konsep Tritunggal bisa menjadi salah maupun sesat karna itu hasil pemikiran dan tafsiran manusia. Lebih baik kita mengetahui sejarah dan awalnya bukan terikut doktrin. Kita mengimani apa yang ada dalam Alkitab adalah sumber kebaikan dan Hukum bukan dengan membuat sebuah penafsiran kita sendiri. Terima Kasih. Mohon Bimbingannya

Jayadi said...

Saya jadi punya beberapa pemikiran pak; Pak Bagas mengatakan bahwa jika Bapa itu Esa; dan Esa pula yang diutusnya; dan itu berarti keduanya adalah dua pribadi yang berbeda. Lalu apa maksud Yesus berkata Aku dan Bapa adalah satu? Satu di sini maksudnya apa? Mungkin bisa dijelaskan.

Kedua; Pak Bagas memilih memakai kata Pribadi; yang menjadi kata dasar untuk kepribadian yang mencakup sikap; pola pikir; kehendak; kebiasaan; pemahaman; dll. Jika Bapa dan Anak adalah 2 pribadi berbeda. Bisakah keduanya berbeda dalam sikap; kehendak; dan pemikiran?

Allah Bapa adalah pemilik hukum adalah benar adanya; dan Dia yang bertakhta adalah benar adanya. Sama seperti seorang raja yang memberi hutang 10ribu talenta. Otomatis beban untuk membayar talenta itu menjadi beban dari hamba.... Tapi karena belas kasihan utang itu dihapuskan. APakah utang yang terhapus itu menjadi putih begitu saja? Kan tidak pak; saat utang dihapus seperti itu berarti sang Raja menderita kerugian 10ribu talenta yang dalam rupiah bisa mencapai triliunan rupiah.... Bukankah raja itu pemilik hukum tapi dia menderita kerugian?

Saya juga agak bingung; apakah Pak Bagas menyamakan antara menebus dosa alias "membayar hutang dosa" dengan menjalani hukuman karena dosa. Karena untuk menebus yang diperlukan adalah hidup sempurna di hadapan Allah tanpa berbuat dosa di dalam segala kelemahan; sedangkan yang diperlukan untuk menjalani hukuman dari dosa adalah mengalami maut yang kekal di neraka.... Pak Bagas mengatakan bahwa mana mungkin Bapa menjalani hukuman akibat dosa padahal dia pemilik hukum... Apakah Yesus dihukum karena dosa? Sejak kapan kita mempercayai bahwa Yesus dihukum di dalam neraka???

Pak Bagas mengatakan bahwa Allah Bapa adalah pemilik hukum; apakah itu maksudnya Allah Anak bukan pemilik hukum?

Bukankah Yesus berkata tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anaknya yang menyatakanNya.... Jadi siapa yang dilihat oleh Abraham; Musa, dll? Apakah itu Allah Bapa? Jika Abraham dan Musa melihat Allah Bapa bukankah itu berarti Yesus keliru dalam pernyataannya di atas? Tapi jika yang berhubungan dengan Abraham dan Musa adalah Anak; kenapa Dia mengatakan "hukum-Ku" jika sang Anak bukanlah pemilik hukum?

Trus kalau Pak Bagas mengatakan Allah Bapa tidak pernah menjadi manusia; jadi salah ya saat Yesus mengatakan bahwa Dia keluar atau "EK" dari dalam Bapa.... Kata EK itu menunjukkan bahwa Dia sebelum menjadi menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia itu adalah bagian dari Bapa atau Bapa sendiri. Jika Bapa tidak pernah manusia; lalu apa maksud perkataan Yesus dengan BAPA di dalam Aku.... atau saat dia mengatakan
-----> "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Mungkin pak Bagas bisa menjawab kebingungan-kebingungan saya ini.... terima kasih sebelumnya

holmes siahaan said...

lalu bagaimana dengan Allah Roh Kudus...?

Bagas Karyadi said...

Yesus adalah Allah Anak. Silahkan pelajari Yohanes 1. Jika memang ada dua atau tiga Allah, tidak ada salahnya toh.. :)

Bagas Karyadi said...

Pertama, “Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” >> ini bukan pemikiran saya, melainkan 1 Timotius 2:5.

Kedua, Pribadi menunjukkan adanya pikiran, perasaan, dan kehendak pada individu tersebut. Pikiran, perasaan, dan kehendak Yesus bisa jadi berbeda dengan Bapa. Namun, kenyataannya mereka selalu menghasilkan pikiran, perasaan, dan kehendak yang satu visi.

Ketiga, Pemilik Hukum yang Agung tidak pernah rugi. Yang rugi adalah yang melanggar hukum. Jadi, sebenarnya penebusan dosa adalah upaya penyelamatan para pelanggar hukum, bukan upaya mengganti kerugian.

Keempat, Yesus seakan-akan masuk neraka karena Ia sempat berkata "Allahku, Allahku, mengapa Kau meninggalkan Aku." Keterpisahan-Nya dengan Bapa adalah neraka/maut/binasa.

Kelima, Allah Anak bukan Pemilik Hukum karena Ia tidak bertahta di Kerajaan Sorga. Nanti, saya akan bahas apakah Allah Bapa dan Allah Anak memiliki kesetaraan atau tidak.

Keenam, tunjukkan saya ayat yang menyatakan Yesus adalah Pemilik Hukum.

Ketujuh, Yesus keluar/berasal dari Bapa menunjukkan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah. Yesus bukan Bapa, Yesus berasal dari Bapa.

Semoga kebingungannya terjawab. :)

Bagas Karyadi said...

tunggu artikel saya berikutnya ya.. :)

Dhany Binroh said...

Knp bingung......Allah maha pengampun brarti Dia akan mengampuni dosa hambanya yg mau bertobat dengan konsekwensi dibayar dulu dosa tsb...krn Allah maha adil dan tidak mngkn Allah melanggar kemaha adilannya dgn m3ngampuni dosa hambanya bg5 sj tanpa membayar dulu dosa yg dilakukan baik berupa sakit,kebakaran,kehilangan dll yg tergantung cara Allah sendiri.....
Jd kesimpulannya tdk mngkn Allah mengutus siapapun jg utk pengampunan dosa krn itu tdk adil jd intinya Isa bin maryam diutus sbg nabi utk membimbing umat manusia dizamannya menuju jalan Allah bukan diutus utk penebusan dosa

steven said...

Ini saksi2 Yahofa yg mengajar seperti ini.

Anonymous said...

jadi allah anak itu tuhan?

Femmes poernomo said...

kalau menurut saya pribadi, arti dari TriTunggal adalah Allah Bapa, Yang Esa... sebutan Bapa adalah keinginan Bapa agar lebih dekat dengan ciptaannya terutama Manusia. Allah Putra adalah sebagai sarana penghubung kembali hubungan antara manusia dan Bapa yg sudah terputus karena Dosa awal, Allah Putra adalah Firman atau pesan yang ingin Bapa sampaikan kepada manusia, untuk panggilan "Tuhan" adalah wujud terima kasih manusia yang percaya dan mengimaninya krna Kebaikan, kepasrahan Yesus yang mau menderita disalib buat manusia. Roh Kudus adalah wujud penyertaan Bapa. Bagi saya untuk apa memperdebatkan arti tritunggal maha kudus, krn memang itu jelas jelas tidak bisa diterangkan secara alamiah. Kalau ingin tahu jawabannya, caranya cuma 1 minta Bapa lewat RohKudus memberi jawaban akan arti Tritunggal Maha Kudus. Aku secara pribadi sangat bangga memanggil Yesus dengan sebutan Tuhan, Ia merasakan sakit, kecewa, Takut, pasrah, cemas, bahagia, Yesus adalah kunci hidup saya dalam berjuang didunia ini. #endingnya adalah sharing. Terima kasih.

Jayadi said...

Sepertinya tadi salah kolom respon saya pak :p hapus saja yang salah thread tadi pak; TQ
==========

Jawaban yang menarik Pak Bagas.... saya coba menanggapi.....sebisanya, soalnya background saya bukan theologia.... Tapi saya sangat suka mendalami Firman Tuhan dan suka menguji segala sesuatu dan mungkin Pak Bagas bisa membantu saya....

==================
Adalah benar bahwa Korintus yang menuliskan bahwa Allah itu Esa dan Esa juga yang menjadi pengantara manusia dan Allah; tapi yang membuat itu menjadi sebuah pemahaman bahwa ada dua pribadi berbeda adalah penafsiran dari Pak Bagas.... Bukankah Yesus dituliskan berusaha menyamakan diriNya dengan Bapa? Lalu kenapa di sini kita berusaha membuat Anak menjadi pribadi yang berbeda dengan Bapa?

Saya coba membuat sebuah ilustrasi sederhana di sini di mana. Kak Seto mempunyai sebuah panggung drama boneka; di mana di dunia drama boneka itu Kak Seto direpresentasikan oleh Si Komo.... Bukankan Kak Seto itu esa; dan Komo itu juga esa; tapi pada dasarnya hanya ada 1 pribadi yaitu kak Seto? Kepribadian yang ada pada Komo adalah kepribadian dari kak Seto sendiri karena tangan kak Seto-lah yang "menghidupkan" si Komo? Dan si Komo adalah representasi Kak Seto di dunia boneka itu?

Pertanyaan saya:
Bukankah Roh Yang menjadi Roh bagi tubuh Yesus adalah Roh yang keluar dari dalam Bapa sendiri? Bukankah Roh Bapa yang tinggal di dalam Yesus? Atau bukan Roh Bapa yang berdiam di dalam jasmani Yesus?


====================

Saya agak bingung dengan pernyataan yang kedua dari pak Bagas.... Pak Bagas mengatakan BISA JADI BERBEDA;..... tapi kenyataannya keduanya selalu satu pikiran; perasaan dan kehendak.... Jadi bukankah BISA JADI itu hanyalah situasi yang tidak pernah terjadi? Karena kenyataannya selalu sama dan tidak pernah bertentangan?

Jadi kenyataannya yang selalu sama itu menunjukkan satu pribadi yang sama menurut saya pak. Tapi kalau Pak Bagas mengatakan bahwa keduanya berbeda.....

Pertanyaan saya:
ALLAH ITU ESA; DAN ESA JUGA PERANTARANYA..... Pak Bagas menyimpulkan itu berarti Allah adalah satu pribadi dan Yesus adalah pribadi yang lain..... Jadi apakah Yesus bukan Allah bagi Pak Bagas?

Apakah menurut bapak Kristen adalah agama politheisme? alias mempunyai lebih dari satu Allah? Bolehkah saya berdoa " terima kasih atas berkat hari ini ya Allah-Allahku"?
====================

Menderita kerugian itu hanya untuk ilustrasi Raja dan 10.000 Talenta pak Bagas. Dalam hal keselamatan yang menjadi beban manusia adalah harus bisa menaati Firman Allah dengan sempurna di hadapan Allah. Oleh karena manusia gagal memenuhi itu; maka Allah mengutus Anak Tunggal-Nya untuk hidup sempurna di hadapan-Nya. Allah mengutus Anak-Nya untuk menanggung sesuatu yang seharusnya menjadi beban manusia.....supaya di dalam nama Anak-Nya manusia dibenarkan....

Jadi kerugian dalam perumpamaan itu terjadi karena Raja harus menanggung sesuatu yang seharusnya menjadi beban dari hambanya. Dan kejadian menanggung beban hambanya itu adalah harga yang harus dibayar sang raja untuk membebaskan hamba-Nya.....

Pertanyaan saya:
Menurut pak Bagas apakah yesus menjadi penebus karena disalibkan dan darahnya tertumpah? Atau karena dia sempurna menjalani semua itu tanpa cela dan dosa apapun?
*** Soalnya yang disalibkan dan ditumpahkan darahnya itu ada banyak sekali. Roma bahkan pernah menyalibkan 2000 orang dalam sehari saja.....dan mereka sama sekali tidak menjadi penebus kita....
====================

"Seakan-akan" itu bukannya sama dengan "tidak benar-benar"? Jadi jika dikatakan seakan-akan masuk neraka itu artinya tidak benar-benar masuk neraka? Alias tidak benar-benar dihukum?

Pak Bagas mengatakan keterpisahannya dengan Bapa adalah neraka/maut/binasa..... Kenapa pak Bagas bisa mengatakan seperti itu. Adam terpisah dari Allah saat berdosa....apakah dia ke neraka?

Pertanyaan saya:
Pak Bagas menuliskan Neraka/Maut/Binasa.... Kenapa pakai garis miring? Apakah Pak Bagas menganggap ketiganya ini sama maknanya? Mana yang pernah diderita oleh Yesus di antara ketiganya?
====================

Jayadi said...

Allah Anak tidak bertakhta di kerajaan Sorga? Bukankah SEGALA KUASA DI LANGIT DAN DI BUMI SUDAH ada di tangan-Nya? Bukankah arti dari kata SEGALA itu adalah SEMUANYA? Jadi bukankah Yesus Kristus adalah PENGUASA LANGIT DAN BUMI

Pertanyaan saya:
Apakah ada ayat yang mengatakan Anak tidak bertakhta di kerajaan Sorga pak? Kenapa sampai Pak Bagas menyatakan seperti ini?
====================

Ayat yang menyatakan Yesus adalah pemilik hukum?

Bukan kah Yesus itu Anak Tunggal Allah pak Bagas? Dan Yesus sudah berkata.....
Yohanes 1:18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Dan tertulis di perjanjian lama:
26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.
26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu.
26:4 Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat,
26:5 karena Abraham telah mendengarkan firman-Ku dan memelihara kewajibannya kepada-Ku, yaitu segala perintah, ketetapan dan hukum-Ku."

Pertanyaan saya:
Bukankah TUHAN menampakkan diri dan Abraham bisa melihat-Nya? Apakah itu bukan Anak Tunggal-Nya? Ataukah Yesus yang keliru di Yohanes 1:18

Bukankah TUHAN yang dilihat oleh Abraham itu mengatakan "Segala Perintah; Ketetapan; dam Hukum-Ku?
====================

Yesus memang keluar dari dalam Bapa; dan Yesus memang bukan Bapa; dia adalah Anak pak Bagas. Tapi Anak ini adalah Roh Allah sendiri yang keluar dari dalam Bapa.... Yang saya pahami adalah Allah itu adalah Roh dan eksistensi dari Roh Allah ini ada dalam 3 bagian.....

Roh-Nya yang berdiam dalam keadaan yang tidak tergapai oleh manusia dan tanpa batas itu adalah Bapa; Roh-Nya yang keluar dari dalam eksistensi tanpa batas itu dan menyatakan diri dalam bait pilihan-Nya sebagai pernyataan Allah dihadapan ciptaanNya adalah Anak; dan Roh Allah yang keluar dari dalam Bapa oleh pernyataan Anak-Nya untuk menginspirasi manusia dan menyatakan kuasa-Nya adalah Roh Kudus.....

Anak jelas bukan Bapa; karena eksistensi Roh Allah sebagai Anak itu lebih kecil dari Bapa; dan Bapa lebih besar dari Anak; tapi keduaNya adalah Satu Pribadi Roh Allah yang sama..... Jadi keseluruhan eksistensi dari Roh Allah ada di dalam Bapa + Anak + Roh Kudus.....

Pertanyaan:
Yang keluar dari dalam eksistensi Roh Allah sebagai Bapa bukan hanya Roh Sang Anak kan? Roh Kudus juga keluar dari dalam eksistensi sang Bapa sama seperti Sang Anak.....

Bukankah Petrus berkata kepada Ananias; bahwa mendustai Roh Kudus adalah sama dengan mendustai Allah sendiri; Jadi jika Roh Kudus yang keluar dari dalam Bapa dipandang sebagai Allah sendiri; kenapa Yesus Kristus yang juga keluar dari dalam Bapa dipandang sebagai Allah yang berbeda?
======================

Pak Bagas belum menanggapi kebingungan saya di mana Yesus berkata bahwa Dia dan Bapa adalah Satu; sedangkan pak Bagas mengatakan Dia dan Bapa adalah dua pribadi yang berbeda....

Maaf terlalu banyak tanya Pak Bagas; soalnya saya suka menguji segala sesuatu....dan sepertinya pak Bagas adalah penulis yang giat jadi mungkin bisa jadi tempat menggali ini dan itu....

Jayadi said...

Dosa adalah pelanggaran terhadap kemuliaan Allah. Yesus Kristus mengajarkan itu sebagai sesuatu yang terlalu mahal dan diluar kemampuan manusia untuk membayarnya; karena syarat dari hidup kekal adalah taat sempurna dan tidak ada manusia yang sanggup untuk tidak berdosa...

Jangan berpikir ketaatan manusia bisa dihidangkan di hadapan Allah; karena dituliskan bahwa ketaatan manusia itu seperti kain kotor....ada perbuatan baiknya dan ada pelanggaran-pelanggaran. Perbuatan baik tidak akan menghapuskan yang kotor; dan hanya membentuk bagian yang bersih saja dari kain kotor itu....

Konsep penebusan dosa Kristen adalah penggenapan dari penebusan dosa yang ada di Yahudi. Hanya Islam yang tidak mengenal istilah penebusan ini; tapi mengklaim sebagai kelanjutan dari ajaran Yahudi....

Jadi jangan bilang tidak mungkin bro...karena "tidak mungkin" itu hanyalah opinimu saja.

Daud balapadang said...

Kalau dikatakan Allah Putra adalah Firman atau pesan yg Bapa ingin sampaikan kepada manusia,gimana dgn kalimat pertama dalam Alkitab,Pada mulanya adalah Firman......berarti Firman yg tadi dikatakan sebagai Allah Putra atau Yesus sudah ada sejak dari permulaan,kita, juga akan perkataan Yesus Akulah Alpha dan Omega.Bagi saya mendefinisikan Tri Tunggal adalah sesuatu yg mungkin dikatakan mustahil tapi dapat di mengerti dan dipahami dan dialami oleh orang2 yg beriman.Saya ingat sebuah ceritra ttg seorang pasto yg berjalan mondar mandir ditepi pantai memikirkan tentang hakekat dari Tri Tunggal ini,tampa disadari karena konsentrasinya ada anak kecil yg sedang membuat lobang kecil di tepi pantai dan memulai menimba air dari laut dan menuangnya ke lobang kecil itu,ketika pastor sadar dan melihat anak kecil itu menimba air dan memasukkan ke dalam lubang kecil itu,ia heran dan bertanya,nak apa yg kau lakukan,anak itu menjawab saya mau memindahkan air laut ini kedalam lubang kecil ini.....wah itu hal yg sangat sangat mustahil nak,anak itu langsung berdiri dan berkata,demikian juga dgn hal yg pastor pikirkan adalah sangat mustahil bagi manusia tuk memikirkannya dan anak itu kemudian menghilang pastor jadi menyadari aakan hal itu......jadi bagi kita dan saya pribadi Allah Bapa<Allah Anak dan Allah Roh Kudus adalah Allah itu sendiri,Amin dan Imanuel.

Andie Hiu said...

Klo memang yesus itu adalah allah yg menjelma menjadi manusia, knp ga qta sembah aja allah yg di sorga? Kenapa qta orang kristen menyembah yesus? Kan qta tau awalnya yesus itu adalah allah itu sendiri

Stevy Waani said...

Qta tidak akan pernah bisa memahami misteri ketritunggalan Allah dengan logika dan pemikiran manusia. Qta harus mengenal Allah secara pribadi. Dengan iman qta percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Rocky Boris said...

Sebenarnya kan Tritunggal / Trinitas itu bukan "blueprint" Nya Allah, tapi cara orang Kristen memandang Allah

Vicky Chandra Arif said...

Inti nya Bapa, Putra, dan Roh kudus itu menjadi satu, karena dalam penyampaian firman dan kuasa-Nya (Bapa) menyertakan Putra dan Roh kudus....itulah arti Tritunggal Maha Kudus menurut saya.
Tiga di dalam Satu...

Vicky Chandra Arif said...

Tritunggal Maha kudus itu misteri iman umat kristiani.
Karna Allah Bapa Yang Maha Kuasa turut menyertakan Putra dan Roh Kudus dalam Firman dan Kuasa-Nya.

Bagas Karyadi said...

Saksi Yehova tidak mengakui Yesus sebagai Allah, tetapi sebagai ciptaan. Sedangkan saya mengakui Yesus sebagai Allah.

Bagas Karyadi said...

Ya.

Farrell Kiling said...

Menurut saya konsep Tritunggal itu sederhana saja... taukah anda, bahwa Allah itu Maha kuasa, Maha hadir, Maha tau... Dia tau segala sesuatu, berkuasa, dan Maha hadir... Dia tidak terbatas oleh ruang dan waktu, jga oleh pemikiran kita.
Andaikan ada seorang laki-laki. Dia adalah seorang ayah di rumah, seorang dosen di kampus, dan seorang kepala desa di masyarakat. Pada saat di rumah dia menjalanai tugasnya sebagai ayah, di kampus menjalani tugasnya sebagai dosen, dan di masyarakat menjalani tugasnya sebagai kepala desa. Tetapi sesungguhnya dia adalah satu pribadi. Begitu juga dengan Allah. Ia menjalankan tugasnya sebagai Allah Bapa, pada waktu Ia ke bumi sebagai Yesus, dan stelah Yesus terangkat Ia kembali sebagai Roh kudus. Tetapi sesungguhnya Ia Adalah Satu. Tuhan Yesus Kristus...
Dan tugas kita adalah percaya saja. Melakukan perintahnya, dan selalu dekat dengan Tuhan.. jangan membuat kepercayaan orang kepada Tuhan menjadi hilang...
Tuhan memberkati kita semua. Puji Tuhan

andre saputra said...

Pak Jayadi. Bukan kah Tuhan itu Maha kasih dan Maha pengampun?

Bahkan Yesus sendiri bilang seperti itu, jika bapak memakai beberapa ayat yg serupa, alangkah lebih baiknya bapak menyandikan ayat penguat atau kelanjutan ayat tersebut.

Di dalam agama Islam, Hamba hamba Allah lah yg merasa kotor, tidak pernah merasa bersih. Oleh sebab itulah mereka selalu bertaubat dan meminta atau bahkan mengemis meminta ampunan dari Allah. Karena dosa yg mereka perbuat.

Buat saya logisnya ialah, dosa ditanggung pribadi masing masing, bukan ditangguhkan ke orang lain. Bukan pula ditebus oleh manusia lain.

Mskasih

Unknown said...

kejadian 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
pertanyaan saya.. apakah Allah itu satu atau Dua dalam ayat ini.
jika anda menjawab satu.. sipa itu Roh yagn di maksud>??
jika anda menjawab dua.. manusia memiliki Roh.. apakh and mengatakan manusia itu dua.??
kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
pertanyaan:
berapa Allah itu sekarang??
jika anda menjawab 1 lalu apa arti kata "Kita" di sana
jika anda menjawab lebih dari satu apa Aritnya "esa"
kejadia 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
pertanyaan: siapa yang sedang Berfirman..???
yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
ini adalah nubuatan tentang Kelahiran "Yesus"
jelas dikatakan "Bapa".?? jadi ambil kesimpulan sendiri Yesus dan Bapa itu seperti apa.

manusia: ( Daging, Roh, dan Pikiran )
3 tapi 1,, bisa kah anda mengerti itu,,apakah kita dapat mengatakan bahwa daging iru pribadi yang berbeda denga roh dan pikiran,,,dapat kah daging melakukan apa yang ada di pikiran nya,,??? sekali lagi 3 tapi 1...

kejadia:1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
garis bawai kata gambar,,, dan RUpa.. gambar berarti sama dengan bagian2 Nya,, kalau rupa itu bentuk nya saja... dapt kah anda mengerti bahwa bahwa kita di jadikan sama seperti Allah.. jika kita 3 tapi 1.. dan itu terjadi karna kita adalah gambaran dari Dia.. beda nya karna kita manusia cipptaan.. Tubuh dan roh dan pikiran kita tidak bisa di pisah salah satunya,, beda dengan kejadian 1:2 Roh Allah melayang2 diatas permukaan air..
yang artinya tubuh dan Roh di tempat yang berbeda..

dan unutk saudar yang muslim.. jangan terlalu bertanya Yesus itu Tuhan atau tidak
saya akan bertanya..didlaam alquran,, sering sekali kata kami muncul.. contoh maka kami menurunkan... arti kata kami di sana apa arti nya,,,??


so kesimpulan"" kita manusia yagn terbatas jangan terlalu memikirkan Ke Allah an.." karan kita tidak memahami Dia yang tidak Terbatas itu,, jika dia bisa kita pahami secara pemikiran manusia maka Dia bukan lah Allah...
3 tapi 1... jangan gunakan pikiran manusiawai anda,, tapi harus lah dengan Roh kudus.. dia lah menyelidiki hati Allah itu sendiri..

Anonymous said...

syalom