Bagas Karyadi
Shalom! Anda tinggal di Jakarta? Bergabunglah ke dalam KRISTA: Komunitas Kristen Jakarta, klik di sini!

Cinta Beda Agama dalam Pacaran? Inilah 2 Alasan Terbesar Orang Kristen Wajib Mengakhirinya

Pada Renungan Harian kali ini, saya kembali menantang Anda yang masih ngotot untuk memberikan toleransi terhadap cinta beda agama dalam pacaran. Saya tidak habis pikir masih saja banyak orang Kristen yang tidak rela untuk menyetujui pembahasan saya yang benar-benar alkitabiah mengenai hal ini.


Mungkin, kebanyakan orang Kristen yang tidak menyetujui hal ini adalah orang Kristen yang tidak benar-benar mengikut Kristus. Mengapa? Karena jelas para pengikut Kristus akan mencari pasangan hidup yang juga pengikut Kristus.

Mungkin juga, kebanyakan orang Kristen yang tidak menyetujui hal ini adalah orang Kristen yang terlalu inklusif atau pluralis/liberalis atau istilah sederhananya, orang Kristen yang sebenernya tidak terlalu Kristen. Ini terjadi karena proses pembelajaran mereka yang kurang terhadap Alkitab.

Sekarang saatnya saya membeberkan 4 alasan yang benar-benar Alkitabiah mengapa orang Kristen wajib mengakhiri cinta beda agama yang sedang dijalaninya.  Semoga ini bisa mencelikkan mata hati Anda mengenai hal ini.

#1. Jika kita masih mempertahankan cinta beda agama dalam pacaran, berarti pacaran yang kita lakukan tidak ditujukan untuk kemuliaan Tuhan.
Saya memiliki pandangan seperti ini, segala sesuatu yang kita lakukan dalam hidup ini harus ditujukan untuk Tuhan, jika tidak, maka kita sedang berdosa. Artinya, semua yang tidak ditujukan untuk Tuhan adalah dosa.

Mungkin ada yang bertanya, “Jika kita makan, tujuan kita adalah untuk membuat tubuh kita sehat dan kuat. Itu ditujukan untuk diri sendiri, berarti makan itu berdosa dong?” Saudaraku, makan itu ibadah. Bahkan, apapun hal sepele yang kita lakukan bisa menjadi bentuk ibadah, seperti tidur, mandi, belajar, bekerja, bermain, bahkan buang air besar sekalipun.

Semuanya adalah ibadah jika ditujukan untuk kepentingan Tuhan. Kita bisa menyimak apa yang diajarkan Paulus dalam 1 Korintus 10:31, “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.”
Jadi, pacaran pun harus ditujukan untuk kemuliaan Tuhan. Bagaimana mungkin kita bisa mengajak pacar kita untuk memuliakan Tuhan jika ia tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Pikirkan itu!

#2. Jika kita masih mempertahankan cinta beda agama dalam pacaran, berarti kita sebenarnya bukan orang Kristen sejati.
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, orang Kristen sejati adalah orang Kristen yang benar-benar mengikut Kristus. Para pengikut Kristus pasti memilih pasangan hidup yang juga menjadi pengikut Kristus.

Jika kita masih ngotot pacaran dengan orang yang berbeda agama, berarti kita cuma orang Kristen KTP yang tidak mengerti betapa besarnya pengorbanan Tuhan Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan abadi.


Saudaraku, sebenarnya manakah yang Saudara pilih? Tuhan Yesus atau orang itu? Jika kita memilih Tuhan Yesus, seharusnya kita memilih orang yang juga memilih Tuhan Yesus. Ini tidak menentang asas toleransi antar umat beragama karena memang kita berhak memilih pasangan hidup yang juga mencintai Tuhan Yesus.

Cintailah dia yang juga mencintai Tuhan Yesus! Amin.

Salam kebenaran,

Bagas Karyadi, M.Th.
 087871110565
Facebook: fb.com/bagas.karyadi

Catatan:
  • Dapatkan buku rohani Rahasia Jodoh Kristen: 7 Cara Ajaib Menemukan Jodoh dari Tuhan, klik di sini!
  • Jangan lupa, ikuti juga Facebook saya supaya tidak ketinggalan Renungan Harian Kristen terbaru! Anda juga dapat bertanya atau berkonsultasi tentang Kekristenan atau pergumulan hidup Anda melalui Facebook saya.
  • Facebook: fb.com/bagas.karyadi
  • Anda juga dapat membaca renungan-renungan saya yang lainnya di blog ini. Saya yakin masih banyak renungan-renungan bermanfaat yang belum Anda baca.
  • Jika Anda merasa diberkati, silahkan bagikan renungan ini.

48 Responses to "Cinta Beda Agama dalam Pacaran? Inilah 2 Alasan Terbesar Orang Kristen Wajib Mengakhirinya"

Anonymous said...

Benar sekali pak bagas.. Jesus Bless

Pasti banyak yg tidak setuju Dgn memberitakan kebenaran . tp kebenaran harus tetap di beritakan.

#JBU

lex nov said...

Bagaimana seseorang bisa mengenal Kristus yang anda katakan jika bukan seorang pengikut Kristus yang menjadi saksi memberitakan tentang Kristus yang anda katakan?

Anonymous said...

Betul sekali Lex Nov....

Anonymous said...

Menjadi saksiNya untuk menyebarkan kabar baik tidak harus menjadi pacar kan? Sbgai Seorang sahabat, seorang saudara bisa kok. Pacar lain cerita lagi. Pacar/calon pasangan hidup seharusnya yg bisa saling menolong untuk menjalani misi Allah pada kita. Ya sebagai partner hidup kita.

Anggap aja kita lagi di perlombaan olimpiade sama 1 orang teman kita.
Lebih mudah mana untuk meraih atau menang dalam olimpiade? 1 org teman kita yg sudah sama2 memiliki persiapan matang(sama halnya orang yg sudah sama2 percaya Kristus) atau 1 orang tmn kita itu belum tau apa2 dan belum ada persiapan(belum percaya Kristus), jadinya kita harus fokus mengajari di dulu. Sehingga misi kita untuk menang(menjalani misi Allah) menjadi lebih lama dan terhambat.

GOD BLESS :) @lex Nov

lex nov said...

Allah di dalam Kristus yang kalian sembah menginginkan setiap manusia beroleh keselamatan. Tertulis dalam alkitab yang kalian percaya :" .... ssupaya barangsiapa yang percaya kepada Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" (berbicara diluar predestinasi allah). Jika si dia "belum bisa" (saya tidak berkata tidak bisa ya) percaya dan menerima kristus yang kalian percaya, pertanyaan nya kembali kepada anda. Sudah benarkah anda menjadi pengikut Kristus? Hendaklah terang mu bersinar dan menerangi yang gelap.
Anda menjadi pengikut Kristus, dan pastinya anda ingin keluarga anda yang belum percaya juga beroleh keselamatan kan? So.. why not buat orang yang anda cintai dan yang "mungkin" kelak nya akan menjadi pasangan hidup anda.

Yermi Panelewen said...

saya pacaran beda agama. tapi toh saya bawa pacar saya untuk mengenal kristus. dan skrg saya sdah menikah dgn pcar saya dan dia sudah dibaptis dan menerima yesus sbg tuhan dan juruselamat bahkan dia sudah ambil pelayanan di gereja kami menikah..

manangin labiasa said...

Tindakan yg lebih mulia
Saya suka yg anda jalankan

ronald polii said...

saya garis bawahi lakukanlah semuanya itu untuk Allah, apakah pacar yg seagama dengan anda sudah benar2 memuliakan Allah? belum tentu sahabat2 yg seagama dengan kita tabiatnya lebih bagus dari sahabat2 kita yg beda agamanya, pacaran itu lebih tepatnya dikatakan bersahabat, berteman.. apakah Tuhan melarang kita menjalin pertemanan? dari pertemanan dan persahabatan kita bisa saling share mana yg menurut kita benar dan salah, sehingga kita bisa lanjut ke jenjang pernikahan dengan satu agama.
apakah agama bisa menyelamatkan kita? tentunya hanya Tuhan yg bisa selamatkan kita.
mana yg anda pilih : cinta agama atau cinta Tuhan? kalau saya cinta Tuhan.
jdi kesimpulan saya : Selama agama tidak menyelamatkan anda bertemanlah dan bersahabatlah ( berpacaranlah ) dengan orang yg tidak seagama sekalipun, kita semua ciptaan Tuhan, bukan ciptaan dari agama.

no hurt feeling.. terimakasih

ronald polii said...

saya garis bawahi lakukanlah semuanya itu untuk Allah, apakah pacar yg seagama dengan anda sudah benar2 memuliakan Allah? belum tentu sahabat2 yg seagama dengan kita tabiatnya lebih bagus dari sahabat2 kita yg beda agamanya, pacaran itu lebih tepatnya dikatakan bersahabat, berteman.. apakah Tuhan melarang kita menjalin pertemanan? dari pertemanan dan persahabatan kita bisa saling share mana yg menurut kita benar dan salah, sehingga kita bisa lanjut ke jenjang pernikahan dengan satu agama.
apakah agama bisa menyelamatkan kita? tentunya hanya Tuhan yg bisa selamatkan kita.
mana yg anda pilih : cinta agama atau cinta Tuhan? kalau saya cinta Tuhan.
jdi kesimpulan saya : Selama agama tidak menyelamatkan anda bertemanlah dan bersahabatlah ( berpacaranlah ) dengan orang yg tidak seagama sekalipun, kita semua ciptaan Tuhan, bukan ciptaan dari agama.

no hurt feeling.. terimakasih

lex nov said...

Untuk sedikit berbagi ilmu ya.. Segala sesuatu yang terjadi di alam Semesta ini adalah tidak lepas dari KEHENDAK Tuhan. Termasuk bagaimana kita bisa di pertemukan dengan sesorang yang berlainan keyakinan untuk menjalin cinta.
Tuhan memang berkehendak namun ingat, TUHAN tidak menciptakan manusia layaknya "robot" .
Pahami dulu macam2 KEHENDAK Tuhan. Saya jabarkan sebagai berikut :
1. KEHENDAK mutlak, Tuhan menentukan , Tuhan mempertemukan, Tuhan juga yang memelihara sampai pada akhirnya..
2. KEHENDAK bebas, Tuhan menetapkan kriteria, namun kita masih bisa memilih yang seperti apa . Kriteria yang dimaksud ya, mungkin saja seperti pembahasan "seiman".
Manusia memilih? Ya seperti halnya memilih yang cocok dengan kita. Untuk yang satu ini terkadang terpulang kepada diri kita sendiri, apa sudah kita doakan kepada Tuhan dengan sungguh2 berlandaskan untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk kenafsuan pribadi. Lebih intinya untuk yang ini, kita masih didalam yang namanya pengawasan Tuhan , Namun tetap kembali ke kitanya sendiri, Destiny and Reason

lex nov said...

Maaf jika ada yang salah dari publikasi saya.. Dan juga mungkin ada sebagian dari saudara yang "penasaran" dengan saya. Saya bukan Kristen, dan saya tidak punya agama.. Saya hanya percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang umat2 kristiani, agama kristen itu sembah, adalah Tuhan Allah yang hidup dan satu2nya jalan keselamatan.

Tan Xiao Lei said...

Klo Jonas & Asmiranda gmna ?

Mizugi Gana said...

Wes q tak nonton wae,,,tapi Ini orang palang kok mendiskriminasi orang luar kriisten ya

Putri sion said...

Setuju dgn artikel ini,,, Seiman aza kadang banyak hal dan persepsi yg berbeda, apalagi tidak seiman, memang ada yg bisa menarik pasangan non kristen menjadi kristen to itu 10 persen saja, yg 90 persen lain malah meninggalkan kristus, hanya org kristen yg teguh imannya yg bisa bertahan dan bhkn menarik pasangannya kpd kristus, klu ternyata kristen ktp yg menganggap semua agama itu adalah sama gmn? Pasti ujung2nya meninggalkan kristus demi yg d dicintainya,,, ibarat klu kita itu domba yg lemah jgn masuk kandang singa lh,,, jangan ambil keputusan yg permanen hanya karena perasaan yg hadir sesaat.... Gbu all...

Bagas Karyadi said...

Amin.. Terima kasih atas dukungannya.. GBU :)

Bagas Karyadi said...

yup GBU :)

Bagas Karyadi said...

amin mantab bener GBU :)

Bagas Karyadi said...

amin GBU :)

Bagas Karyadi said...

amin GBU :)

Bagas Karyadi said...

amin GBU :)

Bagas Karyadi said...

amin GBU :)

Bagas Karyadi said...

amin GBU :)

Putri sion said...

Setuju dgn artikel ini,,, Seiman aza kadang banyak hal dan persepsi yg berbeda, apalagi tidak seiman, memang ada yg bisa menarik pasangan non kristen menjadi kristen to itu 10 persen saja, yg 90 persen lain malah meninggalkan kristus, hanya org kristen yg teguh imannya yg bisa bertahan dan bhkn menarik pasangannya kpd kristus, klu ternyata kristen ktp yg menganggap semua agama itu adalah sama gmn? Pasti ujung2nya meninggalkan kristus demi yg d dicintainya,,, ibarat klu kita itu domba yg lemah jgn masuk kandang singa lh,,, jangan ambil keputusan yg permanen hanya karena perasaan yg hadir sesaat.... Gbu all...

Chandra Kantohe said...

Apa salah kalau cinta terhadap ciptaan Tuhan juga??walau mrk terlahir blum prcya Yesus...tp mrk juga ciptaan Tuhan!! Tanpa percaya Yesus bkn berarti org tsbt ciptaan Setan kan...jd kalau ngomong pengikut Yesus sejati tapi msih gak ngerti apa arti kasih...jgn dulu merasa diri paling bener. Makasih.

Anonymous said...

apapun yg ada didunia ini, baik nyata ato ghaib itu semua adalah ciptaan-Nya.....semua doa tertuju pada-Nya..."Perbedaan".....ada hitam ada putih, siank ato malam, baik buruk......semua perbedaan pasti menyebabkan konflik,percayalah dalam dunia ini tidak ada sama....pasti akan ada yg bertanya, "terus kl semua beda, bagaimana mau bersatu?"
didalam perbedaan pasti ada kelebihan dan kekurangan.....oleh sebab itu sang Pencipta menciptakan 1 hal, simple tp dalem....yaitu CINTA
semua Agama pasti mengajari tentang Cinta....dengan cinta semua perbedaan akan melebur jd 1...dimana kelebihan akan melengkapi kekurangan dalam perbedaan....sombong, egois, dan nafsu....itulah hal yg membuat kemungkinan dalam CINTA menjadi tidak mungkin...renungkan ini....kita semua berbeda dan tidak sempurna...salam damai....

angga pratama gulo said...

Aku percaya kalau perbedaan itu indah, bukan tanpa sebab kita semua berbeda akan tetapi pada masannya akan menjadi satu kesatuan yg memberi keselamatan bagi umat manusia, persahabatan bahkan pacaran jika berbeda agama, akan kah menganggap diri mu dan dirinya berbeda, kita sama2 manusia, menurut saya tidak ada masalah jika salah satu dari mereka yg berbeda agama menyatukan satu kesatuan prinsip hidup mereka..
#Freedom

madshoe said...

kalau menurut saya sih sebetulnya sah2 saja sih
karena pada dasarnya semua orng pengikut tuhan
tuhan cman 1 kok
ketakutan kita akan agama sering kali membuat kita salah memilih
Sering kali kita lupa bahwa agama sendiri sesungguhnya diciptakan oleh manusia bukan oleh kristus sendiri
Saat ini manusia banyak menjadi rusak karena perbedaan. Ketika kita pcaran hanya karena agama mnrut saya sih salah besar kok
dan asal kita percaya tuhan yah lakukan saja ajaran di alkitab tidak muluk2 yang dibicarakan oleh pemuka agama
Tuhan tidak mengajarkan untuk takut
tapi sering kali kita Takut tidak beralasan.
Sekedar sharing bahwa berbeda agama pun yang penting perilakunya
Tuhan tetap satu kok, yang membuat banyak hanya manusia dri perintah Iblis
supaya manusia tidak bahagia dan selalu berperang karena takut.

JASARMAN SINAGA said...

Bagaimana kalau "dia" wanita yg kita pacarin mau mengikut Jesus setelah kita menikah nanti?

Ronny SG said...

Ente mau tawar menawar sama Tuhan Yesus mengenai hal itu bro?

Anonymous said...

Kalo pacarannya cuma main-main doang, ga berniat untuk berujung ke pernikahan gimana alias cinta monyet?

erna susanti said...

Puji Tuhan saya sudah melakukan hal yang benar..
Saya lebih memilih Yesus Kristus.
Haleluyah amen.

Maria Merry said...

Kamu benar.
Kita memang mencintai pasangan kita tapi belum tenth kita bisa menerima agama mereka contoh saja saya sendiri saya mencintai kekasih saya tapi saya tidak bisa menerima agamanya sehingga Aku mau di ajarkan dia tapi Aku tidak berminat akhirnya Aku tinggalkan dia.

Maria Merry said...

God bless all.even thou you love your partners but something always bothered you because your mind is not there for your Lord but your mind just want to separated you from the Lord Jesus and your family members so that make you uncomfortable.

Maria Merry said...

Pak mau tanya ni.saya Sekarang ktholik tapi saya nengikuti agama suami saya.tetapi setelah saya mengikuti agama suami saya,saya merasa ga nyaman dgn alasan saya tudak boleh berdoa secara katholik lagi.yg kedua saya tudak ada kemauan untuk belajar cara suami saya berdoa.yg ketiga saya tidal bisa tinggalkan nama yesus keseharianku.akU sering menyanyikan lagu lagu katholik tiap tiap kesubukankanku jarena dengan menyanyikan lagu lagu itu Aku merasa sang at bahagia tiada beban dalam otakku.itu berlasung sampai satu tahun Sampai Aku melahirkan putra pertamaku. 3 bulan setelah kelahiran putra Ku itu.suamiku mulai selingkuh dengan perempuan yg seagama dengannya sampailah perempuan itu mengandung.akhirnya pads suatu pagi but a perempuan itu datang keruma Dan mengatakan dia mengandung dengan suamiku akupun langsung menelpon orang tuaku untuk mengirim uang untuk aku dan anakku untuk biaya pulang.akhirnya akupun pulang keruma orang tuaku.setelah kepulangan Aku Dan anakku suamikupun tidal perna menelponku ataupon mencari Aku Dan anakku.itu berlangsung selama 6 bulan.akhirnya Aku menelponnya di saat itu dia bilang dia Sudan menika dengan gadis itu.Dan Aku pun bilang sama dia klo Aku ingin kembali ke agamaku bersama anak Aku.Dan diapon bilang itu terserah kepadaku apapon yang may Aku buat.akhirnya akupon mulai melakukan aktifitas kristianniti di gereja lagi Dan Aku bawa anakku until di bsptis apakah itu salah menurut agama?apa yg harus Aku perbuat?mohon penjelasannya trimakasih Tuhan memberkati

Penghiburan Kristiani said...

Yang paling saya tdk mengerti, jika orang kristen yang menemui orang kristen yg tdk sepandangan dengannya lalu memandang itu adalah, kristen yg belum bener2 kristen atau kristen yg bukan pengikut Kristus.Jangankan soal ini ada buanyaaak yg kristen dgn kristen denominasi lainnya berbeda, soal lgbt, soal hukuman mati, soal kremasi, soal band dlm gereja blm yg lebih prinsip lg soal anugrah, soal miracle, kutuk, dll. Selama Kristus adalah Tuhan dan juru selamat, Mengasihi Tuhan Allah dan Kasihi sesamamu jadi 2 dasar utama, kita adalah 1 tubuh. Kalau kita menganggap yg tdk sepandangan adalah 1/2 kristen, kristen sesat dsb. adalah menjadi perseteruan dan menghakimi.Salam Damai Sejahtera bagi kita semua. PK

Penghiburan Kristiani said...

Yang menjadi masalah adalah jika seorang Kristen menemui kristen lain yang berbeda pandangan, dianggap kristen bukan kristen atau 1/2 kristen atau bahkan kristen sesat. Dalam pandangan banyak sekali antar umat/gereja/denominasi yg berbeda misal; soal nikah beda agama, soal hukuman mati, lgbt, kremasi,band music digereja, bgmn wajah Yesus, dll. Bahkan yg lbh prinsip soal anugrah, soal pembaptisan, soal miracle, kutuk, dll.
Saya berpendapat bila kita mengakui Kristus adalah Tuhan dan juru selamat, serta mengakui 2 pokok ajaran, Kasihilah Tuhan dan sesama, maka kita adalah satu tubuh.
Jangan kita menjadi batu sandungan, dengan menghakimi yg berbeda, Kristen bkn pengikut Kristus, 1/2 kristen, kristen2an, kristen sesat, dsb.
Salam Kasih Kristus beserta kita.

Unknown said...

Kalau misalnya kita mengajak orang itu untuk menjadi pengikut kristus, apakah boleh. Yg pastinya banyak cara yg bisa lakukan untuk membuktikan bahwa Yesus itu hidup.

rhie ay said...

Dalam agama islam juga melarang pernikahan dengan org yang bukan beragama islam, karena pernikahan hakikatnya untuk mencapai surga bersama2, jadi bagaimana cara mencapai surga Allah SWT sang Maha Pencipta, jika pasangannya tidak menyembah sang pencipta juga yg disebut dengan kafir...sesungguhnya Tidak ada Tuhan selain Allah SWT...

neucom owner said...

Saya seorang muslim. Saya sependapat dengan bapak. Ada beberapa kerancuan dalam pernikahan beda agama. Kasus yang banyak terjadi di Indonesia. Banyak dari kalangan Kristen yang melakukan pernikahan beda agama dengan alasan bahwa menikahi wanita-wanita muslim adalah jalan diakonia, apapun itu, agar wanita-wanita muslim dan anak2nya mudah dimasukkan ke dalam ajaran Kristen. Menurut saya ini adalah alasan yang tidak masuk akal. Banyak kasus yang justru berujung kepada perceraian atau sengketa di pengadilan. Dan sebaliknya merugikan komunitas agama Kristen sendiri, masyarakat yang mayoritas muslim di Indonesia menjadi skeptis untuk menjalin hubungan sosial yang bagus dengan umat Kristen.
Menurut saya, apabila ingin mengajak seseorang masuk keyakinan Kristen, tidak harus melalui menikahi orang yang berbeda agama. Diskusi ilmiah adalah jalan yang paling baik, untuk membuka wawasan seseorang agar memiliki keputusan yang dalam memilih ajaran sebuah agama atau tidak. Karena iman itu tidak bisa dipaksakan.
Penafsiran terhadap Pasal 2 ayat (1) UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada Badan Catatan Sipil negara kita memang sangat plural, karena tidak melarang pernikahan beda agama ini. Namun itu bukan solusi yang baik untuk menjalin pernikahan.

Ricky Ricky said...

Saya seorang Katolik tapi saya sedang menjalin hubung kepada seorang perempuan beragama Islam kami uda menjalin hubungan kurang lebih 2tahun dan kami memang saling mencintai. Dan si perempuan ini yg beragama Islam dia rela meninggalkan agamanya yaitu Islam mau menjadi Katolik asalkan aku dan dia bisa bersatu.
Pertanyaannya adalah saya tau awal nya saya memang salah karena saya menjalin hubungan sama orang yang beda agama dengan saya, tapi setelah dia meninggalkan agamanya yaitu Islam dan mengikuti agamaku yaitu Katolik Apakah saya masih tetap salah???

aulia pranata said...

saya seorang muslim
sudah dua setengah tahun berpacaran dengan kristen
pronsip saya
jodoh? Tuhan yangt ngatur bukan agama
tuhan pun tau apa yang ada dalam hati kita
tuhan cuma ada satu, kita aja menyebutnya dengan istilah yang berbeda
kalau perbedaan itu haram, kenapa yang haram diciptakan.

Anonymous said...

Intinya jangan tawar menawar sma Tuhan Yesus...kita gak akan slamat kalo hanya jdi pengikut suam suam kuku...iblis bkerja jika kau buka sdikit celah...tetapi org yang mengutamakan kristus akan dipelihara...mengabarkan injil bukan hrus memilih mnjadi pacar...tetangga kita dirumah aja bnyak gak percaya Yesus...knapa gak coba mengabarkan pada mreka dlu. Mengasihi sesama itu wajib...tetapi terlebih dahulu kasihilah Tuhan Allahmu dengan sgenap hatimu...baru mengasihi sesama

Anonymous said...

kalo pacaran islam sama kristen. mereka yakin bisa bersatu ,tetapi mereka mencari kebenaran diantara 2 agama itu. yang mana yang betul itu yang mereka ikuti... bagaimana pendapat anda ? apakah salah jika memang mereka ingin mencari kebenaran ?

Fm Mank said...

miris amat yak,,,kasus nya,, intinya kalo bisa nyari yg se iman,, knpa mesti harus yg beda keyakinan,,,
jangan menyalahkan perbedaan kalo nantinya ada masalah dalam sebuah hubungan,,

Anonymous said...

Skdr sharing.....ad salah satu dr anggota keluarga besar sy menikah beda agama, mereka menikah di greja tpi sampe saat ini masih hidup dgn kepercayaan masing2. Sudah lebih dr 50 thn berumah tangga, mempunyai anak. Tpi sy salut krn ttp bertahan, saling dukung satu sama lain. Walaupun ttp kental ketika ad isu soal perbedaan keyakinan, tapi kembali akur dgn damai.
Hal ini tentu berbeda dgn beberapa pasangan seiman yg justru berakhir krn harta, jabatan, dll, walaupun ttp byk juga pasangan seiman yg bertahan smpe mereka meninggal.

Bagi saya perbedaan iman tidak bisa menyatu, kecuali yg satu mengikut pasangannya.
Tapi perbutan kasih, sukacita, dan damai bisa dipersatukan dgn indahh.

Skrg tinggal pilihan saudara2...

Kalo saya akan tetap memilih memperjuangkan iman dan perbuatan secara bersamaan.
Mohon maaf kalo keluar dari topik.

Berdoalah kpd Tuhan dgn sungguh2 dlm pengambilan keputusan.
Kiranya Tuhan menyertai kita semua.



giman yoman remsaw labesa said...

kali baru saya
mengerti tentang
berpacaran dgn bedah agama

makasih pak

Antony Simanullang said...

Jadikanlah iman anda sebagai pasangan hidup anda jika benar punya iman.
Ingatlah perkataan Yesus kpd perempuan samaria yg menimbakan air untuk nya.

Wedny Lassa said...

Klo pacaranny sma yg agama Kristen Katholik gmana?