Bagas Karyadi
Shalom! Anda tinggal di Jakarta? Hadirilah Seminar Jodoh Kristen, silahkan klik di sini!

Mengapa Allah Tidak Bisa Mengampuni Dosa Kita Tanpa Penebusan Tuhan Yesus?


Renungan harian ini akan membuat Anda menemukan alasan yang sangat masuk akal mengapa pengampunan dosa umat manusia membutuhkan penebusan darah Kristus. Dasar firman Tuhan yang menjelaskan hal ini terletak dalam Ibrani 9:22, “Hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”

Darah apa yang harus ditumpahkan menurut hukum Taurat? Jawabannya adalah darah Anak Domba. Lalu, mengapa harus ada penumpahan darah untuk penebusan dosa?

Apakah masuk akal darah anak domba bisa menebus dosa manusia? Apakah Tuhan dipuaskan dengan darah binatang itu? Apakah kematian anak domba membuat hati Tuhan lunak sehingga terjadi pengampunan dosa?

Sesungguhnya, penumpahan darah anak domba yang tidak bercacat dan tidak bercela menurut hukum Taurat adalah simbolisasi dari penebusan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Pengorbanan darah anak domba pada zaman Musa tidak akan memiliki pengaruh apapun jika Anak Domba Allah yang sesungguhnya tidak mengorbankan diri-Nya sebagai Korban Tebusan yang sah.

Lalu, mengapa harus ada penebusan? Mengapa Tuhan tidak mau mengampuni manusia begitu saja? Bukankah itu mudah bagi Allah untuk memaafkan kesalahan manusia?

Jawabannya begini, Allah kita adalah Allah yang Maha Tegas dan Konsekuen. Jika Allah mengampuni manusia begitu saja, maka aturan yang Allah buat tentu sangat mudah dipermainkan. Lagipula, jika terjadi demikian, maka Allah membuktikan diri-Nya tidak tegas dan tidak konsekuen sehingga bisa dipermainkan (Galatia 6:7).

Lalu, apa hukuman atas dosa?
Hanya ada satu hukuman atas dosa, yaitu maut (Roma 6:23). Maut tidak hanya menyebabkan manusia mengalami kematian fisik, tetapi juga kematian rohani. Apa itu kematian rohani? Kematian rohani adalah terpisahnya hubungan manusia dengan Allah. Inilah yang mengerikan.

Selama manusia hidup di bumi, keberdosaan manusia hanya membuat hubungan manusia dengan Tuhan menjadi rusak. Namun, jika manusia tidak mampu memulihkan hubungan yang rusak itu sebelum hidup mereka berakhir, maka manusia akan memasuki keterpisahan total dengan Tuhan. Inilah yang dinamakan neraka.

Oleh karena itu, manusia benar-benar memerlukan Juru Selamat. Tuhan Yesuslah menebus kita. Artinya, hukuman yang seharusnya kita terima, dilimpahkan sepenuhnya kepada-Nya. Dengan demikian, Allah tidak meniadakan hukuman begitu saja, tetapi Ia memindahkan hukuman itu kepada Yesus. Tuhan Yesuslah yang kini dihukum, bukan kita. Ia memikul hukuman atas dosa seluruh umat manusia (1 Yohanes 2:22).

Apa yang terjadi pada Tuhan Yesus?
Ia benar-benar menjadi terkutuk di atas kayu salib karena kita. Ia mengalami keterpisahan dengan Bapa-Nya. Hal ini dibuktikan ketika Ia berkata kepada Bapa-Nya, “Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46). Setelah itu, Ia pun mengalami kematian fisik, bahkan kematian rohani karena Ia benar-benar turun ke dalam dunia orang mati dan terpisah dari Bapa-Nya.

Saudaraku, hal ini adalah pertama kalinya Allah Anak terpisah dari Bapa-Nya. Ini hal yang paling mengerikan yang dialami oleh Tuhan Yesus. Namun, tenang saja, itu hanya sementara! Keberhasilan-Nya untuk taat kepada Bapa-Nya sampai mati di kayu salib membuatnya bangkit dan mengalahkan maut pada hari yang ketiga (Ibrani 5:7).

Kita harus benar-benar mensyukuri hal ini. Tuhan Yesus sudah mempertaruhkan segalanya untuk kita. Masihkah kita “ogah-ogahan” untuk hidup kudus dan berkenan bagi-Nya? Ayo, hargai pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib!

Jangan pernah meremehkan hal ini! Jangan sampai kita malah melecehkan dan mengkhianati pengorbanan-Nya melalui dosa-dosa yang sengaja kita perbuat dari hari ke hari. Bertobatlah! Amin. Salam kebenaran!
"Kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita." (Roma 4:24b-25)
Salam kebenaran,

Bagas Karyadi, M.Th.
 087871110565
Facebook: fb.com/bagas.karyadi

Catatan:
  • Dapatkan buku rohani Rahasia Jodoh Kristen: 7 Cara Ajaib Menemukan Jodoh dari Tuhan, klik di sini!
  • Jangan lupa, ikuti juga Facebook saya supaya tidak ketinggalan Renungan Harian Kristen terbaru! Anda juga dapat bertanya atau berkonsultasi tentang Kekristenan atau pergumulan hidup Anda melalui Facebook saya.
  • Facebook: fb.com/bagas.karyadi
  • Anda juga dapat membaca renungan-renungan saya yang lainnya di blog ini. Saya yakin masih banyak renungan-renungan bermanfaat yang belum Anda baca.
  • Jika Anda merasa diberkati, silahkan bagikan renungan ini.

6 Responses to "Mengapa Allah Tidak Bisa Mengampuni Dosa Kita Tanpa Penebusan Tuhan Yesus?"

Anonim said...

Allah bisa mengubah keputusan pada saat Abram mau memepersembahkan Ishak. Kenapa yang Maha Konsisten itu tidak konsisten terhadap Abram?

Cees Yagi said...

Artikel yang bagus, Allah adalah Tuhan yang maha adil Dia mengasihi orang berdosa tapi tidak kompromi dengan dosa. Manusia berdosa harus dihukum, sekecil apapun dosa yang diperbuat ibarat setetes racun di dalam segelas air putih sudah tidak layak untuk diminum. Karena kerajaan Allah adalah tempat yang Maha suci.
Tapi karena begitu besar Kasih Allah kepada manusia Ia menurunkan anak-Nya yang tunggal yakni Firmannya yang hidup untuk menebus dosa manusia. Agar yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.

Anonymous said...

Amin

Purwanto said...

Amin

vano vani said...

Tuhan kok menanggung dosa2x mahluk ciptaannya sendiri. Tuhan kok nebus dosa2x mahkluk ciptaannya sendiri. Klo misalkan umat manusia diseluruh bumi berdosa apa dampaknya bagi Tuhan, ngk ada dampaknya bro.. Tuhan tdk mengalami kerugian apa pun. Jk manusia berdosa kerugian utk dirinya sendiri, jika manusia beramal saleh keuntungan utk dirinya sendiri juga. Tuhan tdk manusia, manusia lah yg butuh Tuhan. Manusia ibarat upilnya tuhan, atau bakteri yg hinggap dibadan Tuhan. Manusia itu ngk ada ngaruh apa2xnya sama Tuhan. Mau umat manusia seluruh dunia berdosa jg ngk ada ngaruhnya sama Tuhan. Knp jd tuhan yg nanggung dosa sama yg nebus dosa manusia?

Anonymous said...

Allah menyesal menjadikan manusia yg bertambah jahat sehingga meurunkan air bah. Nuh menjadi manusia yg membuka kesempatan Allah mengadakan perjanjian bahwa tidak ada lagi kebinasaan seperti air bah yg seolah tiada pengampunan sama sekali atau kesempatan kedua.
Melalui Nuh Allah mau mengembalikan manusia agar berbakti dan menyembah Allah dengan benar. Tapi Allah tahu manusia memiliki kecenderungan jahat dan tidak taat. Maka Allah menurunkan peraturan melalui Abraham, Ishak dan Yakub yg melalui Abraham Allah melihat manusia bisa memiliki iman dan ketaatan yg lebih dari yg pernah ada. Ujian iman itu antara lain melalui pengorbanan Ishak, namun demi rencana dan janji Allah memberikan keturunan bagi Abraham, yaitu keturunan yg menyembah Allah yg benar, maka pengorbanan Ishak tidak menjadi keputusan yg dimaksud Allah. Itu hanya ujian iman bagi Abraham. Dan melalui ujian itu Abraham bisa semakin teguh mempercayai janji Allah. Karena hukuman dosa adl maut namun Allah sdh berjanji tdk akan membinasakan manusia seperti dg air bah, Allah akhirnya memberi syarat pendamaian. Pengorbanan manusia harus digantikan alias bagai hutang harus ditebus. Bukan oleh manusia itu sendiri karena Allah tidak mungkin mengingkari janjiNya atas Nuh, jadi harus ada yg layak menggantikan manusia itu. Sesuatu yg paling berharga dan lebih berharga dari manusia itu sendiri. Dan jangan lupa, Allah sangat mengasihi ciptaanNya dan manusia mendapatkan keistimewaaan itu. Inilah bukti Kasih Allah yang besar. Mahluk yg cuma setitik debu menjadi begitu berharga bagi Allah. Allah rela menggantikan manusia. Dia menjadi seperti mahluk ciptaanNya yg berharga itu. Dia menjadi manusia utk menggantikan manusia berdosa itu menjalani hukuman dosa. Agar manusia berdosa tidak lagi punya hutang. Allah menginginkan manusia menghargai pengorbananNya itu dengan menyadari dosa yg telah ditebus jgn dilakukan lagi, hidup menjadi seperti yg Allah mau, dan hanya syukur yg bisa manusia persembahkan walau tak berharga. Bagaimana jika manusia tidak menghargai penebusan Allah itu? Tentu artinya dia tidak membutuhkan pengorbanan Allah dan memilih utk binasa.
Itulah mengapa Allah mau menjadi penebus. Karena janjiNya dan KasihNya dan KekudusanNya dan KemuliaanNya.