Bagas Karyadi
Shalom! Anda tinggal di Jakarta? Bergabunglah ke dalam KRISTA: Komunitas Kristen Jakarta, klik di sini!

Teror Bom Sarinah? Inilah 3 Pelajaran Berharga yang Bisa Dipetik Orang Kristen


Saudaraku, renungan harian kali ini akan membahas tentang teror bom Sarinah yang baru-baru saja terjadi . Pertama, saya mau menyatakan bahwa dunia yang kita tinggal ini bukan tempat yang aman dan nyaman. Keadaan dunia ini malah semakin memburuk.

Hal ini terbukti dengan serangan bom yang terjadi di ibukota bangsa kita tercinta ini. Oleh karena itu, hal ini seharusnya membuat kita semakin merindukan dunia baru yang Tuhan Yesus janjikan. Sebuah negeri yang sempurna karena tidak ada lagi dukacita dan penderitaan, bahkan kematian.

Orang-orang kudus yang sungguh-sungguh mengikut Kristus akan dijemput oleh Tuhan Yesus dan akan ditempatkan di Langit dan Bumi yang baru. Sedangkan, orang-orang yang tidak lolos penghakiman akan ditinggal dan bumi ini akan menjadi lautan api yang menyala-nyala. Sungguh tragis!

Kedua, saya mau menegaskan bahwa tindakan sekelompok orang ini sangat meresahkan seluruh rakyat Indonesia, bahkan seluruh masyarakat dunia. Jelas, tindakan ini adalah tindakan radikal yang sangat merugikan banyak orang. Oleh karena itu, saya berharap pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo harus melakukan upaya yang masif untuk memberantas dalang dari tindakan terorisme ini.

Ketiga, saya benar-benar tidak menyetujui semua tindakan kekerasan yang disebabkan oleh perbedaan agama. Tindakan terorisme yang terjadi di Sarinah diduga dilakukan oleh kelompok teroris ISIS, seperti yang dikatakan oleh Nasir Abbas, seorang pengamat teroris yang pernah bergabung sebagai anggota kelompok militan Jemaah Islamiyah. Selain itu, merdeka.com juga menginformasikan bahwa Pusat. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan menduga para pelaku  berasal dari kelompok ISIS. Sindonews.com juga memberitakan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan hal yang serupa. 

Kita sebagai orang Kristen seharusnya menyadari, kefanatikan terhadap agama malah menyebabkan kengerian yang sangat luar biasa.
Bagaimana tidak? Kisruh perbedaan agama menjadi penyebab terjadinya tindakan kekerasan dari masa ke masa, di berberbagai tempat, termasuk Indonesia.

Jadi, marilah kita berusaha untuk menjadi contoh bagi seluruh pemeluk agama untuk tetap mengasihi umat agama lain. Jangan melakukan penghakiman kepada mereka yang berbeda agama dengan kita! Biarkanlah umat agama lain beribadah sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya.

Saya menegaskan kepada kita semua bahwa Kekristenan yang kita anut bukanlah agama, melainkan jalan hidup.
Tuhan Yesus tidak pernah mendirikan agama Kristen. Tuhan Yesus mengajarkan kasih. Inilah ajaran Kristus, yang biasa disebut Kekristenan.

Jadi, kita tidak perlu memaksakan umat agama lain untuk memeluk agama Kristen. Bahkan, kita juga tidak perlu memaksakan orang Kristen dengan aliran tertentu untuk berpindah aliran. Mengapa? Karena itu bukan tindakan kasih.


Jangan fanatik terhadap agama Kristen. Fanatiklah terhadap kehidupan Tuhan Yesus Kristus. Mengapa? Karena kita semua telah ditebus oleh darah Yesus sehingga kita dituntut untuk terus berubah menjadi semakin serupa dengan Kristus. Amin.

Salam kebenaran,

Bagas Karyadi, M.Th.
 087871110565

Catatan:

  • Jangan lupa, ikuti juga Facebook saya supaya tidak ketinggalan Renungan Harian Kristen terbaru dari saya. Anda juga dapat mengajukan pertanyaan tentang apapun melalui Facebook saya.
  • Facebook: facebook.com/bagas.karyadi
  • Anda juga dapat membaca renungan-renungan saya yang lainnya di blog ini. Saya yakin masih banyak renungan-renungan bermanfaat yang belum Anda baca.
  • Jika Anda merasa diberkati, silahkan bagikan renungan ini.

1 Response to "Teror Bom Sarinah? Inilah 3 Pelajaran Berharga yang Bisa Dipetik Orang Kristen"

kido corleone said...

Orang yang berbeda agama bisa jadi memiliki kepribadian yang lebih baik dari kebanyakan orang, bahkan lebih baik dari kebanyakan orang Kristen. Secara tidak sadar admin suda mengetahui kebenarannya, mana yang kebenaran sejati.