Bagas Karyadi
Shalom! Anda tinggal di Jakarta? Hadirilah Seminar Jodoh Kristen, silahkan klik di sini!

Eksegesis Yohanes 14:1-2 - Masihkah Kita Gelisah?


YOHANES 14:1
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Kata gelisah dalam bahasa aslinya merupakan kata kerja present passive imperatif yang disertai dengan partikel negatif. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus bermaksud untuk menghentikan kegelisahan yang sudah terjadi di dalam diri murid-murid Yesus. 

Kegelisahan murid-murid Yesus adalah dampak dari kekhawatiran mereka terhadap pernyataan Yesus beberapa waktu yang sebelumnya bahwa seorang di antara mereka akan menyerahkan Yesus untuk ditangkap (Yohanes 13:21).

Kemudian Yesus mengucapkan kalimat peneguhan yang menjadi solusi bagi kegelisahan murid-murid Yesus, yaitu dengan cara mempercayai Allah dan mempercayai diri-Nya. Kalimat peneguhan yang Yesus ucapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap kegelisahan murid-murid Yesus, tetapi juga hendak menyatakan kesetaraan Yesus dengan Allah.

YOHANES 14:2
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Pada ayat ini, Yesus menjelaskan lebih mendalam mengenai alasan mengapa murid-murid Yesus harus mempercayai Allah dan mempercayai diri-Nya. Kali ini, Yesus mengganti kata Allah atau θεος (Theos) dengan kata Bapa atau πατηρ (Pater).

Hal ini menunjukkan bahwa Yesus menyebut Allah yang disembah oleh orang Yahudi sebagai Bapa-Nya. Sebutan Bapa adalah bukti kualitas kedekatan hubungan antara Yesus dan Allah dan bukti bahwa Yesus benar-benar berasal dari Allah (Yohanes 8:23).

Yesus menjelaskan alasan yang logis untuk menghentikan kegelisahan murid-murid-Nya. Yesus mau meyakinkan murid-murid-Nya bahwa Yesus sedang mempersiapkan tempat tinggal bagi mereka. Tempat tinggal yang dimaksud Yesus adalah tempat tinggal yang berada di rumah Bapa-Nya.

Artinya, kepergian Yesus setelah Yesus diserahkan untuk ditangkap nanti akan menjadi kabar baik bagi murid-murid-Nya. Dengan demikian, Yesus benar-benar berharap kepada murid-murid-Nya untuk menghentikan kegelisahan mereka.

Kata mengatakannya dalam kalimat “Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.” merupakan bentuk kata kerja aorist active. Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia memberikan terjemahan yang agak sulit dimengerti. Pada beberapa terjemahan bahasa Inggris banyak versi, ditambahkan kata sudah atau akan sudah sebelum kata mengatakannya.

Penambahan tersebut dapat memperjelas maksud dari kalimat ini yang menjelaskan bahwa Yesus benar-benar menegaskan bahwa kabar baik ini adalah sebuah kepastian. Jika kabar baik ini bukan kepastian, maka Yesus tentu sudah memberitahukannya sebelumnya kepada murid-murid-Nya.

Tuhan Yesus sedang mempersiapkan tempat tinggal untuk kita di rumah Bapa. Masihkah kita gelisah? Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan teologi kita. Amin. Salam kebenaran!


Salam kebenaran,

Bagas Karyadi, M.Th.
 087871110565

Catatan:

  • Jangan lupa, ikuti juga Facebook saya supaya tidak ketinggalan  Renungan Harian Kristen terbaru dari saya.
  • Facebook: facebook.com/bagas.karyadi
  • Anda juga dapat mengajukan pertanyaan tentang apapun melalui Facebook saya.
  • Jika Anda merasa diberkati, silahkan bagikan (share) renungan ini dengan menekan tombol berbagi (share) yang tersedia.

0 Response to "Eksegesis Yohanes 14:1-2 - Masihkah Kita Gelisah?"