Bagas Karyadi
Shalom! Anda tinggal di Jakarta? Hadirilah Seminar Jodoh Kristen, silahkan klik di sini!

Apakah Kita Sudah Nyaman dalam Belenggu Dosa?

APAKAH KITA SUDAH NYAMAN DALAM BELENGGU DOSA?

Shalom Saudaraku, Renungan Harian Kristen yang saya tulis kali ini akan membahas tentang apakah kita sudah nyaman dalam belenggu dosa.

Kakek saya memelihara burung puter berwarna putih di rumahnya jauh sebelum saya lahir. Kini kakek saya sudah tiada tetapi burung itu masih tetap hidup. Burung itu sudah hidup puluhan tahun di dalam sangkar itu. Burung itu hanya melakukan hal-hal sederhana selama puluhan tahun. Ia hanya makan, minum, berkicau, dan tidur. Hanya itu yang dilakukannya di dalam sangkar.

Terlintas di pikiran saya, apakah burung itu tidak merasa menderita? Apakah ia tidak merasa bosan melakukan aktivitas yang itu-itu saja selama puluhan tahun? Saya gagal menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu karena saya tidak mengetahui apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh burung itu. Lalu, saya bertanya kepada diri saya sendiri. Bagaimana kalau saya hidup di dalam sangkar itu selama puluhan tahun? Bagaimana rasanya? Saya pasti tidak bisa membayangkan betapa menderitanya hal itu.

Saudaraku, menurut saya, burung itu sangat malang. Ia sama sekali tidak memiliki kebebasan. Ia memiliki sayap yang bisa digunakannya untuk terbang tinggi di angkasa tetapi sangkar itu membelenggunya. Walaupun saya tidak bisa mengetahui isi hatinya, saya yakin burung itu benar-benar melewati hari-hari hidupnya dalam penderitaan. Mungkin saja, burung itu sudah nyaman hidup di dalam sangkar itu sehingga ia tidak terlihat terlalu menderita.

Saudaraku, apakah Saudara tidak sadar bahwa Saudara pun sedang terbelenggu? Hanya ada dua pilihan belenggu, yaitu belenggu dosa dan “belenggu” kasih Allah. Kita sedang berada di mana? Jika kita masih menikmati kehidupan di dalam dosa, berarti kita sedang berada di belenggu dosa. Jika kita masih jatuh cinta kepada dunia, berarti kita pun sedang berada di belenggu dosa. Lalu, mengapa kita begitu menikmati penjajahan dosa? Mengapa kita merasa sangat nyaman berada dalam belenggu ini?

Yohanes 8:31-32
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Saudaraku, rindukah Saudara dengan kemerdekaan? Rindukah Saudara melepaskan keterikatan dengan dosa? Rindukah Saudara menjalani hidup dalam dekapan kasih Allah yang sangat menenangkan jiwa? Mari kita jebol belenggu dosa dan berpindah ke dalam dekapan kasih Allah! Tetaplah hidup dalam firman-Nya! Renungkanlah firman Tuhan sepanjang waktu dan praktekkan! Jika firman Tuhan benar-benar sudah membungkus kehidupan kita, maka kita akan merasakan kemerdekaan yang sejati. Merdeka! Amin.

Salam kebenaran,


Catatan:

6 Responses to "Apakah Kita Sudah Nyaman dalam Belenggu Dosa?"

Purnoma Acun said...

Blognya bagus pak..terus diupdate dengan artikel yang menarik ya

Bagas Karyadi said...

Terima kasih Pak.. Tuhan Yesus memberkati

Bagas Karyadi said...

Terima kasih Pak.. Tuhan Yesus memberkati

steven mesakh said...

Shalom .. blogx zngat memberkati.. terus update.. minta renungan saat mengalami penyakit medis .. tq

Elfira Rasyid said...

Sangat teeberkati dgn renungan2nya,pak. Terima kasih byk.
Terus setia dan sukacita melayani Tuhan

Elfira Rasyid said...

God Bless you, pak