Bagas Karyadi
Shalom! Anda tinggal di Jakarta? Hadirilah Seminar Jodoh Kristen, silahkan klik di sini!

Easter vs Passover

Pelafalan kata Paskah dalam bahasa Indonesia sangat berdekatan dengan pelafalannya dalam bahasa Yunani (bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru), yaitu πασχα (Paskha) dan dalam bahasa Ibrani (bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama), yaitu פֶּסַח (Pesakh). Istilah Paskah dalam bahasa Inggris adalah Passover. Namun, istilah Paskah yang sangat sering digunakan banyak orang dalam bahasa Inggris adalah Easter. Kata Easter sendiri sebenarnya hanya muncul satu kali di Alkitab terjemahan Bahasa Inggris, King James Version, yaitu pada Kisah Para Rasul 12:4. Kata Easter pada ayat itu ternyata adalah terjemahan kata πασχα (Paskha) dalam bahasa Yunani. Namun, anehnya terjemahan kata πασχα (Paskha) pada ayat-ayat lainnya di kitab-kitab Perjanjian Baru bukan diterjemahkan dengan kata Easter, melainkan Passover.

Ada sebagian orang menduga bahwa kata Easter itu berasal dari nama dewi Ishtar (Sumeria) atau dewi Eostre/Astarte (Teutonik). Hal ini membuat istilah Easter dianggap sebagai warisan budaya atau tradisi kuno yang bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani. Sebenarnya tidak ada hubungan antara dewi Ishtar dengan Easter atau hari raya Paskah karena hanya terletak pada kemiripan bunyinya saja, bukan pada maknanya.

Jika ditelusuri lebih jauh, penamaan hari-hari dalam bahasa Inggris juga dianggap berasal dari nama-nama dewa, antara lain Sunday (dewa Matahari), Monday (dewa Bulan), Tuesday (dewa Tiu), Wednesday (dewa Woden), Thursday (dewa Thor), Friday (dewa Freya), dan Saturday (dewa Saturnus). Hal ini membuat Kekristenan dianggap sebagai agama yang sudah dicemari oleh tradisi-tradisi agama dewa-dewa kuno. Padahal, Kekristenan tidak pernah berawal dari bahasa Inggris. Kekristenan berawal dari bahasa Aram, Ibrani, dan Yunani. Dengan demikian, baik penamaan hari-hari dalam bahasa Inggris maupun penamaan istilah Easter dalam bahasa Inggris tidak ada hubungannya dengan Kekristenan.

Istilah Easter sendiri sebenarnya lebih dekat dengan kata Easter yang berakar dari kata Eostur, yang artinya musim kebangkitan yang mengacu pada musim semi. Oleh karena itu, kata lain untuk musim semi dalam bahasa Inggris adalah Easter dan dalam bahasa Jerman kuno adalah Eastur. Dengan demikian, sebenarnya tidak ada masalah yang berarti dengan penyebutan istilah Easter maupun Passover dalam bahasa Inggris. Namun, alangkah lebih baiknya kita menggunakan istilah yang lebih sering disebutkan dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris, yaitu istilah Passover.